Fiqh wanita (Thaharah)

by Dwi Rukhaniati Ulya

Pembicara : Ustadzah Dia Hidayati Usman MA

Acara Kajian Tematik Pekanan DPW IQRO Foundation, Sydney

Berikut adalah materi kajian fiqh wanita tentang thaharah oleh pembicara, original tanpa melalui proses edit. Bagi yang sudah datang semoga materi dapat menjadi pengingat dan juga bagi yang ingin mengetahui sekilas seputar topik thaharah.

Bagaimana  Rasulullah saw. Berthaharah (bersuci)

Definisi thaharah

  • Thaharah artinya bersih dan suci dari kotoran.
  • Dalam istilah fiqih, thaharah adalah menghilangkan hadast atau sesuatu yang berkaitan dengan badan yang dapat menghalangi sahnya shalat dan ibadah-ibadah lainnya yang serupa,dan melenyapkan najis yang terdapat di badan, pakaian atau ditempat shalat

Ada 2 macam thaharah

  • Thaharah haqiqiyah adalah bersuci dari najis. Maka pembahasannya sekitar:

1- macam-macam najis

2- menghilangkan dan membersihkannya

3- sunnah-sunnah fitrah

  • Thaharah hukmiyah: bersuci dari hadast kecil maupun hadast besar sebagai syarat sahnya ibadah seperti shalat dan lainnya. Maka pembahasannya sekitar:

1- wudhu

2- mandi

3- tayammum

Thaharah Haqiqiyah

Macam-macam najis

  • Sesuatu yang keluar dari badan manusia: air kencing, kotoran, madzi dan wadi, darah haidh, darah nifas, darah istihadhah dan darah luka yang mengalir.
  • Kotoran dan air kencing hewan
  • Air liur anjing
  • Babi (QS. Al Maidah:5/90)
  • Bangkai
  • Bekas minuman alkohol.

Menghilangkan dan Membersihkan Najis

  • Menghilangkan najis dengan air yang suci .
  • Membersihkan tanah yang najis dengan air jika ingin cepat, atau dikeringkan.
  • Membersihkan bawah sendal dengan mengusapkannya ke tanah.
  • Membersihkan najis buntut pakaian wanita yang panjang dengan tanah yang bersih.
  • Membersihkan baju yang terkena air mani ( sperma), jika kering dikusek-kusek, jika basah dicuci.
  • Membersihkan pakaian yang terkena kencing anak yang masih menyusui. Kencing anak laki-laki di percikkan saja,adapun anak perempuan dibasuh.
  • Membersihkan pakaian yang terkena darah haidh. Dicuci sampai bersih tapi jika masih ada bekas tidak apa-apa jika digunakan untuk shalat.

Sunnah-Sunnah Fithrah

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:الفطرة خمس: الختان والاستحداد ونتف الإبط و

Pengertian

  • Sunnah- sunnah para nabi atau sunnah-sunnah agama. Hal-hal yang dilakukan oleh para nabi, syari’at ilahiyah yang sesuai dengan fitrah manusia.
  • Kita diperintahkan untuk mengikutinya (QS. Al An ‘aam: 6/90)
  • Siapa yang melaksanakannya, berarti ia telah menyatu dalam fitrah yang telah Allah ciptakan untuknya. Ia akan mendapatkan pahala jika dilakukan demi mentaatiNya.
  • Tujuannya, jelas; membersihkan badan dari segala kotoran. Rasulullah bersabda: “ innallaha nazdif yuhibbunnazdofah” (Allah itu bersih, Dia cintah kebersihan) (HR. Tirmidzi).

 Sunnah-Sunnah Fitrah diantaranya

  • Khitan
  • Siwak
  • Memotong kuku
  • Mencukur kumis dan memanjangkan jenggot
  • Mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak

 Thaharah Hukmiyah

  • Berwudhu
  • Mandi
  • Tayammum


Wudhu berdasarkan

  • Al Qur’an QS. Al Maidah:6

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ…

  • Sunnah “Allah tidak menerima shalat kamu sekalian jika berhadast sampai ia berwudhu” (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)
  • Ijma Ulama

Rukun wudhu

  • Niat
  • Mencuci wajah
  • Mencuci kedua tangan sampai siku
  • Mengusap kepala
  • Mencuci kaki sampai mata kaki
  • tertib

Sunnah wudhu

  • Membaca bismillah
  • Bersiwak
  • Berkumur
  • Memasukkan air kedalam hidung dan mengeluarkannya
  • Bagi yang berjenggot, menyela-nyelakan jenggotnya
  • Menyela-nyela jari tangan, khususnya jika ada cincin.
  • Mengulangi basuhan 3 kali
  • Memulai dari yang kanan
  • Menggosok-gosok setiap basuhan
  • Membasuh dua telinga
  • Membasuh lebih dari depan kepala, kedua siku dan mata kaki
  • Hemat menggunakan air
  • Berdoa ketika wudhu dan sesudahnya
  • Shalat dua rakaat

Kapan kita wajib berwudhu?

  • Shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah.
  • Thawaf
  • Menyentuh al Qur’an (ikhtilaf)

Kapan wudhu disunnahkan?

  • Hendak berdzikir
  • Hendak tidur
  • Orang yang junub
  • Sebelum mandi wajib atau sunnah
  • Setelah makan daging yang dipanggang,khususnya daging unta
  • Memperbaharui setiap shalat

Wudhu wanita

  • Tidak ada perbedaan baik laki-laki maupun perempuan dalam hal berwudhu (rukun,cara, wajib dan sunnahnya). Hanya dalam membasuh kepala bagi perempuan perlu penjelasan detil.
  • Madzhab hambali: mengusap semua kepala wajib bagi laki-laki, namun bagi perempuan boleh depannya saja karena Aisyah RA melakukannya.
  • Madzhab maliki: perempuan mengusap seluruhnya sama dg laki-laki.
  • Jika memakai jilbab, boleh mengusap jilbabnya dan mengusap bagian depannya

Wudhu wanita istihadhah

  • Wanita Istihadhah adalah wanita yang darahnya terus keluar lebih dari waktu haid, atau keluar bukan pada waktu haidh.
  • Dari Aisyah RA bahwa Fathimah binti Hubaish datang dan bertanya kpd Rasulullah SAW:”sesungguhnya aku istihadhah dan tidak merasa suci, apakah aku tinggalkan shalat?” Rasulullah SAW menjawab:”tidak, itu darah penyakit bukan darah haidh. Jika datang waktu haidh maka tinggalkan shalat, tapi jika cukup masanya maka mandilah dan shalatlah”.(HR. Bukhari Muslim)

Bagaimana wudhu wanita istihadhah?

  • Jumhur: berwudhu setiap shalat faridhah karena Rasulullah SAW bersabda:”…kemudian mandilah dan berwudhulah setiap shalat, shalatlah meski darah menetes diatas tikar(HR. Ibnu Majah). Status darah istihadhah menjadi hadast kecil, karena harus berwudhu setiap shalat wajib.

Notes:

  • Wudhu wanita istihadhah tetap berlaku sampai datangnya waktu shalat berikutnya, selama belum datang hadast lainnya seperti BAB, angin atau kencing.
  • Wanita istihadhah boleh menjamak dua shalat dengan satu wudhu. Rasulullah SAW pernah memerintahkan Hamnah binti Jahsy dan Sahlah binti Sahl menjamak dua shalat dengan satu kali bersuci.

Notes penting dalam berwudhu

  • Hal terpenting dalam berwudhu adalah sampainya air keseluruh anggota yang wajib dibasuh atau dicuci. Jika sedikit saja bagian yang tidak terkena air maka wudhunya tidak sah.
  • Ibnu hazm:” siapa yang meninggalkan apa yang wajib dicuci dalam berwudhu atau mandi wajib, meski hanya sehelai rambut baik sengaja atau lupa, tidak boleh baginya shalat dengan wudhu atau mandi tersebut sampai ia menyempurnakan basuhannya”.

Bagaimana wudhunya wanita yang berkuku panjang dan bercat?

  • Cat kuku dapat menghalangi masuknya air kedalam bagian tangan yang merupakan wajib dicuci baik ketika wudhu ataupun mandi wajib.
  • Begitu pula bagi yang memanjangkan kuku, ketika berwudhu ia harus bisa membersihkan apa yang didalam kuku. Kalau tidak, bisa jadi air tidak masuk kebagian wajib tersebut dan bahkan ia akan membawa najis ketika shalat.

Bagaimana dengan wanita yang memakai pacar kuku (hinna)?

  • Memakai hinna di kuku tangan atau kaki tidak mengurangi sahnya wudhu atau mandi. Karena hinna hanya warna bukan benda yang mengeras dan nempel.
  • Jika seorang memakai hinna dirambutnya dengan tebal seperti lumpur dan kering dikepala maka hal ini akan menghalangi air masuk, karenanya ia harus membersihkan dahulu secara total sebelum berwudhu dan mandi.

Bagaimana dengan rambut palsu?

  • Membasuh kepala wajib dalam berwudhu. Jika seorang wanita menyambung rambut dengan rambut palsu maka tidak cukup jika ia hanya membasuh rambut sambungan. Ia harus menyempurnakan basuhan di rambut asli.
  • Begitu pula dengan wig (rambut palsu), ia harus membuka wig dan membasuh ke rambut kepala yang asli. Dengan demikian wudhunya baru sempurna.

Kapan wudhu kita batal?

  • Setiap yang keluar dari dua lubang (depan dan belakang): angin, kotoran, air (kencing, mani, wadi dan madzi)
  • Tidur nyenyak dengan berubahnya tempat duduk
  • Hilang akal (gila,pingsan,mabuk atau bius)
  • Muntah dan darah
  • Murtad
  • Menyentuh kemaluan tanpa pembatas
  • Menyentuh wanita…….

Pendapat ulama tentang batal/tidaknya wudhu, menyentuh wanita QS. Al Maidah : 6

  • Madzhab Syafi’i: batal wudhu bagi laki-laki yang menyentuh wanita tanpa pembatas tdk/dgn syahwat, kecuali jika dengan mahramnya. Penyentuh dan yang disentuh sama-sama batal wudhunya. Makna ayat mengandung makna hakiki yaitu menyentuh dgn tangan.
  • Madzhab maliki: wudhu akan batal dengan syarat; 1- yang menyentuh baligh. 2- yang disentuh dapat dirasakan nikmatnya. 3- yang menyentuh punya maksud mendapatkan kenikmatan itu, meski ketika menyentuh atau sesudahnya ia tdk merasakan itu. Jika semua itu ada maka kedua penyentuh dan yang disentuh batal wudhunya.
  • Madzhab hambali: wudhu batal jika menyentuh dengan syahwat, tidak batal jika tdk dengan syahwat. Karena Rasulullah pernah mencium istrinya kemudian shalat tanpa berwudhu. Yang membatalkan jika sentuhan tersebut dapat mengeluarkan madzi. Dan wanita tidak batal wudhunya karena nash menyatakan demikian, begitu pula jika wanita yang menyentuh.
  • Madzhab hanafiah: bersentuhan laki-laki dengan wanita tdk/dgn syahwat tdk membatalkan wudhu. Adapun lamastumunnisa dalam ayat mengandung makna majazi adalah al jimak (hubungan suami istri) bukan makna hakiki yaitu menyentuh

Mandi berdasarkan Al Qur’an  : QS. Al Baqarah:222

Dua macam mandi :

  • Mandi sunnah (mustahab) : hari jum’at, hendak wukuf Arafah, hendak shalat dua id, hendak berihram, setelah memandikan mayit, hendak masuk kota makkah dll.
  • Mandi wajib (faridhah) : setelah junub, haidh dan nifas, jenazah dan orang yang baru masuk Islam.

Junub atau Jinabah

  • Jinabah adalah keluarnya air mani dari seseorang baik setelah melakukan jimak (senggama) atau tidak.
  • Seseorang dikatakan junub, jika:

1- keluar air mani ketika sadar

2- keluar air mani setelah mimpi

3- bertemunya dua jenis kemaluan,meski tdk keluar mani.

Haidh

  • Haidh adalah nama darah yang keluar dari rahim bukan setelah melahirkan pada waktu yang sudah diketahui kapan datangnya.
  • Pertama kali datang bagi umur yang tidak kurang dari 9 thn qomariyah/hijriah.
  • Berhenti sampai masa menopouse, biasanya umur 50 keatas.

Ukuran masa haidh

  • Perbedaan pendapat: 1-Hanafiyah min.3 hari dan max. 10 hari. 2- Syafi’iyyah min. 1 hari dan max 15 hari. 3- Imam Malik tdk ada batasnya krn nashnya umum(Qs. Al Baqarah:222)
  • Masa haidh tidak dapat ditentukan. Namun kita dapat melihat pada kebiasaan yang terjadi pada wanita setempat.

Warna darah haidh

  • Hitam(umumnya)
  • Merah ,Keruh (antara putih dan hitam) dan kekuningan

Bagi yang punya wkt kebiasaan, jika keluar darah diwkt kebiasaan haidh maka itu darah haidh, jika bukan wkt kebiasaannya maka itu istihadhoh.

Jika tdk punya kebiasaan wkt maka ia hrs melihat wrn dan jenis darah yg keluar.

Bagaimana bila wanita haidh tapi masih junub (belum mandi)?

  • Mandi dengan niat mengangkat junub tanpa menunggu haidh selesai
  • Mandi setelah haidh selesai dgn dua niat sekaligus.

Nifas

  • Nifas adalah nama darah yang keluar dari rahim setelah melahirkan
  • Darah keguguran, jika usia hamil belum membentuk janin maka darah yg keluar bukan darah nifas.

Ukuran masa nifas

  • Batas minimal:Ukuran masa nifas, tidak ada perbedaan pendapat tentang masa min nifas, tidak ada batas tertentu.
  • Batas maksimal: Syafi’iyah, 60 hari, umumnya 40 hari(tdk ada dalil yg jelas ttg max 60 hari). jumhur: 40 hari .

Istihadhah

  • Istihadhah adalah darah yang keluar lebih dari kebiasaan masa haidh atau bukan pada masa haidh.
  • Bedanya dengan haidh: haidh mewajibkan mandi ketika selesai, sedangkan istihadhah tidak mewajibkan mandi tapi mewajibkan wudhu disetiap waktu shalat, setelah mandi dari hadast haidh.

4 Kondisi istihadhah

  • Tidak tahu masa haidh dan ukuran lamanya tapi bisa membedakan darah.
  • Memiliki kebiasaan haidh yang jelas dan tahu masanya, tapi tdk bisa membedakan jenis darah.
  • Tidak memiliki kebiasaan pasti dan tidak bisa membedakan antara keduanya.(haid perdana)
  • Memiliki kebiasaan yang jelas dan mampu membedakan antara keduanya.

Rukun mandi

  • Niat
  • Membasuh dan membersihkan seluruh anggota badan

Sunnah mandi

  • Mencuci tangan
  • Mencuci kemaluan
  • Berwudhu (mengakhirkan kaki setelah selesai mandi)
  • Menyempurnakan basuhan air dari atas kepala sambil menyela rambut
  • Kemudian ke seluruh badan dimulai dari sebelah kanan pada setiap anggota badan. Sambil menyela, dua ketiak, telinga, pusar,sela-sela jari dll.

Tayamum

  • Tayammum : al qoshdu (bertujuan)
  • artinya mengusap wajah dan kedua tangan dengan tebu yg suci dengan tujuan mensucikan diri.

Landasan syar’iyyah

  1.  Al Qur’an, an Nisa:43

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا(43)

  1.  Sunnah “ bumi dijadikan untukku dan umatku menjadi masjid dan suci, dimana saja seseorang telah masuk waktu shalat dengan debu ia bersuci”
  2.  Ijmaa Ulama.

Kapan dibolehkan tayamum?

  • Tayammum dibolehkan untuk menghilangkan hadast kecil ataupun besar, dirumah atau di perjalanan dengan syarat:

1- tidak ada air

2- luka atau penyakit yang tidak boleh terkena air

3- berjunub sedang air sangat dingin/tiba2 sakit

4- air dekat tapi khawatir akan keselamatan diri,kehormatan dan harta dari musuh atau binatang buas

Cara bertanyamum

  • Bertayammum dengan debu yang suci dari jenis tanah apapun.
  • Bertayammum dimulai dengan niat
  • Membaca bismillah
  • Menepuk dua telapak tangan ke permukaan debu
  • Mengusap ke wajah dan tangan

Hukum sekitar hadats kecil dan hadats besar

  • Hadats kecil, salah satu hal dari yg membatalkan wudhu seperti kencing, buang angin, buang air besar dll
  • Hadats besar: hal yg mewajibkan mandi seperti: Jinabah/Junub, Haidh, dan Nifas

Hukum hadats kecil

  • Membatalkan shalat, karena hadats kecil telah membatalkan wudhu sbg syarat sahnya shalat
  • Memegang mushaf:1- tidak boleh bagi madzhab jumhur(hambali,syafi’I,malik, Hanafi dsb). 2- Ibnu hazm, boleh karena berdalil dlm surat al waqi’ah لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ(79) adalah kitab yg dilangit.
  • Dzikir  dan membaca al qur’an: boleh
  • Sujud Tilawah: jumhur ulama mensyaratkan wudhu, Ibnu Hazm membolehkan, karena sujud itu bukan shalat. Dan sujud dlm keadaan berwudhu lebih baik.
  • Thawaf, 1- jumhur: diantara sunnah thawaf adalah berwudhu,imam Ahmad: boleh tp makruh. 2- karena Rasulullah sll wudhu ketika hendak thawaf, tp ini tdk jd dalil yg pas karena  beliau berkata:”إني كرهت أن اذكر الله إلا على طهر“

Hukum jinabah/junub

  • Shalat, harus mandi dahulu
  • Membaca alQur’an: 1- Jumhur: tdk boleh. 2- sebagian: membolehkan
  • Membaca sdkt ayat alquran: ikhtilaf, semua membolehkan kecuali madzhab syafi’I
  • Masuk dan lewat masjid
  • Dzikir
  • Tdk Thawaf
  • Puasa
  • Org junub tdk najis
  • Boleh tidur sblm mandi
  • Mengakhirkan mandi

Hukum haidh

  • Sama dg hukum jinabah
  • Perempuan haidh boleh bermuamalah dg siapapun, apalagi dg suaminya.
  • haram melakukan jimak
  • Boleh bersenang-senang pd selain faraj(kemaluan)
  • Melakukan jimak setelah bersih tp sblm mandi. Ikhtilaf dlm tafsir surat albaqarah:222 فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ jk tdk ketemu air,boleh tayammum
  • Boleh menyisir rambut
  • Keluar ikut ke masjid dlm dua shalat ied
  • Tdk puasa dan tdk shalat, mengqodho puasa tanpa mengqodho shalat
  • Tdk thawaf
  • Membaca al qur’an dan dzikir
  • Menyentuh mushaf
  • Boleh Masuk dan lewat masjid,tp tdk boleh mabit.
  • Obat penahan haidh

Hukum Nifas

  • Semua hukum sama dg haidh
  • Membaca dan memegang mushaf(ikhtilaf)
  • Dzikir
  • Masuk masjid dan thawaf
  • Qodho puasa, tdk qodho shalat
  • Jimak sblm dan sesudah bersih(sama dg haidh)

Hukum istihadhah

  • Istihadhoh sama dg perempuan suci
  • Berwudhu setiap shalat( membersihkan)
  • Puasa dan shalat
  • Melakukan Jimak< imam Ahmad: tdk boleh kecuali takut jatuh dlm zina(darurat). Contoh hamnah dan ummu habibah, menandakan boleh krn Rasulullah tdk menjawab,tp tdk pula terlihat adanya taqrir. Lebih baik jauhi karena darah penyakit.

~ WaAllahu ‘Alam ~

2 responses to “Fiqh wanita (Thaharah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s