Mengenal Sosok Ummahat Al Mukminin (Bag 2)

by Dwi Rukhaniati Ulya

Pembicara : Ustd. Dia Hidayati (disarikan dari berbagai sumber)

2.  Saudah binti Zam’ah (Kekuatan Jiwa yang Luar Biasa)

Nama lengkapnya Saudah binti Zam’ah bin Qais. Beliau salah seorang Sayyidah yang mulia dan terhormat. Ia masuk Islam bersama suaminya, Sakran bin Amr, di masa awal dakwah Islam. Suatu ketika beliau bersama delapan orang dari bani Amir hijrah meninggalkan kampung halaman dan hartanya, kemudian menyebrangi dasyatnya lautan karena ridha menghadapi maut dalalm rangka memenangkan diennya. Semakin bertambah siksaan dan intimidasi yang mereka karena mereka menolak kesesatan dan kesyirikan. Hampir-hampir tiada hentinya ujian menimpa Saudah belum usai ujian tinggal dinegeri asing (Habsyah) beliau harus kehilangan suami beliau sang muhajirin. Maka beliaupun menghadapi ujian menjadi seorang janda disamping juga ujian dinegeri asing.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menaruh perhatian yang istimewa terhadap wanita muhajirah yang beriman dan telah menjanda tersebut. Oleh karena itu tiada henti-hentinya Khaulah binti Hakim as-Salimah menawarkan Saudah untuk beliau hingga pada gilirannya beliau menyetujui. Usia Rosulullah yang  telah mendekati usia senja membutuhkan seseorang yang dapat menjaga dan mendampinginya. Saudah berpostur tubuh tinggi dan kurus. la terkenal suka bercanda dan humor. la adalah wanita yang suka berderma.

Telah tercatat dalam sejarah tak seorangpun dari sahabat yang berani mengajukan masukan kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang pernikahan beliau setelah wafatnya Ummul Mukminin Khadijah Al Kubra. Akan tetapi hampir-hampir kesusahan menjadi berkepanjangan hingga Khaulah binti Hakim memberanikan diri mengusulkan kepada Rasulullah dengan cara yang lembut dan ramah:

Khaulah : ”Tidakkah anda ingin menikah ya Rasulullah?”

Beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam (sedih) : “Dengan siapa saya akan menikah setelah Khadijah?”

Khaulah : “Jika anda ingin bisa dengan seorang gadis dan bisa pula dengan seorang janda.”

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Jika dengan seorang gadis,siapakah gadis tersebut?”

Khaulah : “putri dari orang yang anda cintai (Abu Bakr.penj) yakni Aisyah binti Abu Bakar.”

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam (diam sesaat) : “Jika dengan seorang janda?”

Khaulah : “Ia adalah Saudah binti Zam’ah, seorang wanita yang telah beriman kepada anda dan mengikuti yang anda bawa.”

Beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menginginkan Aisyah akan tetapi terlebih dahulu beliau nikahi Saudah binti Zam’ah yang menjadi satu-satunya isteri beliau (setelah wafatnya Khadijah) selama tiga tahun atau lebih. Setelah itu masuklah Aisyah dalam rumah tangga yang penuh berkah tersebut. Orang-orang di Makkah merasa heran terhadap pernikahan Nabi dengan Saudah binti Zam’ah. Mereka bertanya-tanya seolah-olah tidak percaya dengan kejadian tersebut, seorang janda yang telah lanjut usia dan tidak begitu cantik menggantikan posisi Sayyidah wanita Quraisy dan hal itu menarik perhatian bagi para pembesar-pembesar diantara mereka.

Kenyataan membuktikan bahwa sesungguhnya baik Saudah ataupun istri-istri yang lain tidak dapat menggantikan posisi Khadijah, melainkan kasih sayang dan penghibur hati adalah rahmat bagi beliau Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang penuh kasih. Adapun Saudah radhiallaahu ‘anha mampu menunaikan kewajiban dalam rumah tangga Nubuwwah dan mendatangkan kebahagiaan dan kegembiraan di hati Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

la merawikan 5 hadits dari Nabi. Di antaranya, ia berkata, “Ada seorang laki-laki yang datang menemui Nabi sembari berkata, “Ayahku telah lanjut usia dan ia sudah tidak mampu menunaikan haji.” Nabi bersabda, “Bukankah seandainya ayahmu punya utang, lalu kamu melunasinya, dan itu akan diterima? ” “Ya”, jawab laki-laki itu. “Allah Maha Pengasih, maka tunaikanlah haji atas nama ayahmu!” kata Nabi.

Pada suatu ketika terjadi peristiwa yang mengguncangkan jiwanya. Yaitu, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, suami yang dihormatinya, ingin menceraikan beliau dengan cara yang baik untuk memberikan kebebasan. Nabi merasa bahwa hal itu akan menyakiti hatinya. Maka, tatkala hal tersebut benar-benar diutarakan, seolah-olah itu adalah mimpi buruk yang begitu menyesakkan dadanya, maka beliau dengan merendahkan diri berkata: “Pertahankanlah aku ya Rasulullah! Demi Allah tiadalah keinginanku diperistri itu karena ketamakan, tetapi hanya berharap agar Allah membangkitkan aku pada hari kiamat dalam keadaan menjadi Istrimu.”

Begitulah Saudah radhiallaahu ‘anha lebih mendahulukan keridhaan suaminya yang mulia, maka beliau berikan giliran beliau kepada Aisyah untuk menjaga hati Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan beliau radhiallaahu ‘anha sudah tidak memiliki keinginan sebagaimana layaknya wanita lain.

Maka Rasulullah menerima usulan istrinya yang memiliki perasaan yang halus tersebut, maka turunlah ayat Allah:

“Maka tidak mengapa bagi keduannya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka).”(An-Nisa’:128).

Saudah radhiallaahu ‘anha tinggal dirumah tangga nubuwwah dengan penuh keridhaan dan ketenangan. Bersyukur kepada Allah yang telah menempatkan posisinya disamping sabaik-baik makhluk di dunia. Mendapatkan gelar ummul mukminin dan yang utama menjadi istri Rasulullah di jannah kelak. Beliau radhiallaahu ‘anha wafat pada akhir pemerintahan Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiallaahu ‘anhu.

Aisyah radhiallaahu ‘anha senantiasa mengenang dan mengingat perilaku beliau dan terkesan akan keindahan kesetiaannya. Aisyah berkata: “Tiada seorang wanitapun yang paling aku sukai agar aku memiliki sifat seperti dia melebihi Saudah binti Zam’ah tatkala berusia senja yang dia berkata: “Ya Rasulullah aku hadiahkan kunjungan anda padaku untuk Aisyah, hanya saja beliau berwatak keras”.

Keistimewaan Saudah binti Zam’ah:

1. Termasuk wanita pertama yang memeluk Islam, ikut hijrah dua kali yakni ke Habasyah dan madinah Munawwarah.

2. Selalu berusaha sekuat tenaga menyenangkan hati Nabi dengan memberikan jatah hari gilirannya kepada Aisyah Radhiallahu “Anha karena Saudah Radhiallahu “Anha tahu bahwa wanita yang paling dicintai oleh Nabi saw di antara istri-istrinya adalah Aisyah Radhiallahu “Anha.

3. Aisyah berkata tentang Saudah, ”Aku tidak pernah menemukan seorang wanita yang lebih kusukai jika aku menjadi dirinya, selain Saudah binti Zam’ah. Seorang wanita yang kekuatan jiwanya luar biasa”.

4. Selalu mengejar kebaikan dan ketaatan bahkan Aisyah cemburu dengan kesegeraan Saudah dalam kebaikan dan ketaatan.

5. Saudah RA. adalah seorang wanita yang dermawan dan murah hati. Ibnu Sirin menceritakan bahwa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab pernah memberi satu karung berisi uang dirham kepada Saudah RA. Ketika melihatnya, beliau bertanya, “Apa yang ada dalam karung ini?” Petugas Umar menjawab, “Uang dirham (perak).” Beliau terkejut, “Karung ini berisi uang dirham, seperti kurma? Hai pelayan, ambilkan nampan!” Saat itu juga, uang dirham tersebut dibagi-bagikan kepada orang-orang yang memerlukannya hingga habis.

6. Mendapat izin dari tujuh lapis langit

Suatu ketika, Saudah RA pernah mengalami masalah yang cukup memberatkan hatinya. Aisyah Radhiallahu ‘Anha menuturkan, “Saudah binti Zam’ah Radhiallahu ‘Anha pernah keluar rumah malam hari. Umar melihatnya dan segera mengenalnya, maka ia berkata, “Demi Allah, engkau pasti Saudah. Kami mudah mengenalmu.” Saudah merasa tidak enak hati, sehingga ia segera menjumpai Rasulullah SAW yang saat itu sedang makan malam di rumahku dan tangannya sedang memegang tulang yang nyaris habis dagingnya. Tidak lama kemudian, Allah menurunkan wahyu yang membenarkan tindakan Saudah. Rasulullah SAW berkata, “Allah telah mengizinkan kalian keluar rumah selama ada keperluan.” (Muttafaq ‘alaih)

bersambung

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s