15 Sebab Tercabutnya Berkah

by Dwi Rukhaniati Ulya

(oleh Umm Nailah, kajian tematik pekanan DPW Iqro Sydney, 28 November 2012)

Dari buku Abu Al-Hamd Abdul Fatah, pustaka Al Kautsar

Prolog

Ketika Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam menyinggung tanda-tanda yaumil akhir, tersebutlah diantaranya tentang waktu yang terasa semakin singkat, harta yang kian melimpah, juga fitnah yang mudah menyebar. Hal yang perlu digaris bawahi berkenaan dengan berkah adalah masalah waktu. Betapa kita diberikan Allah waktu yang sama di seluruh dunia 24 jam sehari, namun dirasakan berbeda oleh masing-masing orang. Terlebih bagi orang-orang kafir, disebutkan sebuah riwayat dalam AlQur’an, bahwa mereka menyesali sedikitnya waktu yang dipunyai ketika di dunia.

Timbul pertanyaan, mengapa waktu yang kita punya terasa sangat singkat? Kemungkinan dikarenakan keberkahan yang semakin berkurang. Ada 2 hal yang paling sering dilalaikan oleh manusia yaitu waktu dan kesehatan. Mengapa? Karena pada keduanyalah keberkahan banyak diletakkan.

Definisi berkah

Secara bahasa berkah adalah barakah yang berarti berkembang, bertambah, juga kebahagiaan. Dalam AlQur’an surat 11 :73

Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”

Imam Al Nawawi mengatakan asal makna keberkahan  ialah kebaikan yang banyak dan abadi.

Ali Radhiyallahu anhu berkata keberkahan adalah kebaikan yang melahirkan kebaikan.

Melekatnya kebaikan pada sesuatu. Apabila keberkahan telah melekat pada sesuatu, maka kualitasnya akan berkembang hingga melampaui kuantitasnya.

Dikisahkan dalam riwayat, tatkala Muhammad muda masihlah tinggal bersama pamannya, Abu Thalib yang memiliki banyak anak. Hidup dalam kondisi kurang, karena Abu Thalib bukanlah orang kaya meskipun kedudukan di mata masyarakat Quraysh sangat tinggi lagi dihormati. Bagi sepupu-sepupunya, yakni anak-anak Abu Thalib keberadaan Muhammad dirasakan membawa keberkahan tersendiri dalam rumah. Contoh kecilnya saja, setiap kali akan makan, mereka tidak akan menyentuh makanan sebelum Muhammad hadir disana kemudian ikut makan bersama mereka. Mengapa? Secara kuantitas, makanan yang tersedia tidaklah memadai. Apabila dimakanpun, tidak akan mengenyangkan perut. Namun, lain halnya bila sepupu yatim mereka membersamai. Betapapun sedikit makanan yang tersedia, pastilah cukup membuat lambung tenang. Itulah keberkahan Muhammad muda jauh sebelum diangkat menjadi Rasulullah.

Keberkahan adalah hal yang penting bagi kehidupan seorang muslim. Karena disana ditemukan kebahagiaan yang tidak dipunyai oleh selainnya.

 

15 Hal Penyebab Tercabutnya Berkah dari seseorang

  1. Tidak adanya taqwa dan rasa takut pada Allah ta’ala

Allah ta’ala berfirman dalam Qur’an Surat Al A’raf (7) : 96

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Imam Ali KaramaAllahu wajhah mendefinisikan taqwa sebagai rasa takut pada Allah, mengamalkan AlQuran, ridha atas bagian yang sedikit dan mencari bekal untuk persiapan menyambut hari kebangkitan.

Berhati-hatilah bila menjumpai hati yang tidak lagi bergetar ketika melakukan kemaksiatan.

2. Tidak adanya rasa ikhlas dalam beramal

Syarat diterimanya sebuah amal :

a. Ikhlas hanya untuk Allah

b. Sesuai syariat

Dalam Surat Al Araf (7) : 29, Allah sebutkan mengenai hal ikhlas:

Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”.

Juga dalah hadits Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam:

‘Sesungguhnya orang-orang yang ikhlas, mereka adalah pelita-pelita petunjuk. Dan pantulan cahaya/pelita mereka terlihat dengan jelas diatas fitnah yang gelap’. (HR. Baihaqi)

3. Tidak menyebut nama Allah ketika memulai pekerjaan, tidak berdzikir juga tidak beribadah pada-Nya

‘Barangsiapa tidak suka mendapati syaitan berada disisinya ketika makan, atau ketika tidur siang dan ketika tidur malam, hendaklah begitu masuk rumah, ia terlebih dahulu mengucapkan salam dan membacakan BasmaAllah pada makanannya’. (HR. Ath Thabarani dari Salman Al Farisi RadhiyaAllahu anhu)

Apabila ibadah adalah sebuah keberkahan, maka ibadah tersebut menjadi sarana mendekatkan diri pada Allah, Tuhan Semesta alam.

4. Memakan harta haram

QS. Al Baqarah : 188

‘Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.’

QS. Al Baqarah : 172

‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan padamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.’

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam menceritakan perihal seorang abd (hamba) yang telah lama bepergian (musyafir), rambutnya kusut dan (badannya) penuh debu, dia menadahkan kedua tangannya ke langit, seraya berdoa, “ Ya Rabb, Ya Rabb.” Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan perutnya diisi dengan makanan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dapat dikabulkan? (HR. Muslim)

Kondisi musyafir seperti penggambaran diatas, doanya mustajab. Allah akan mengabulkan doanya orang-orang yang bepergian terutama fisabilillah. Namun, kondisi kontradiktif yang terjadi adalah dia memasukkan sesuatu yang haram dalam tubuhnya sehingga status musafir yang disandangnya tidak menyebabkan doanya dikabulkan. Sebuah pertanyaan retoris dari Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam yang tidak memerlukan jawaban.

5. Tidak berbakti pada orang tua dan menelantarkan anak-anaknya.

QS. An Nisa’ (4) : 36

 

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombongj dan membanggakan diri.

QS. Luqman (31) : 14

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Orang tua adalah sumber barakah bagi kita.

Satu hal yang juga disinggung disini adalah mengenai menelantarkan anak-anak. Bukan hanya tidak memenuhi kebutuhan fisik yang dimaksudkan disini, juga kebutuhan psikologis dan terpenting spiritual.  Bahkan kita memilih pasangan hidup yang baik, adalah dalam kerangka memenuhi kewajiban tidak menelantarkan generasi yang akan dilahirkan nantinya.

6. Memutuskan tali persaudaraan

QS. An Nahl (16) : 90

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia Melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

7. Kikir dan enggan berderma

8. Tidak bertawakal pada Allah dengan sebenar-benar tawakal

9. Tidak senang dan tidak puas terhadap apa yang telah ditentukan Allah

10.  Melakukan maksiat juga dosa serta enggan bertaubat dan memohon ampun

Aktifitas memohon ampun adalah aktifitas seorang hamba ‘hanya’ pada Rabb-nya. Tidak bisa kepada yang lain. Sehingga ketika kita ber-istighfar, maka kita sedang menguatkan posisi Allah sebagai Rabb, dan diri kita sebagai hamba-Nya.

11.  Mendidik dan membesarkan anak tidak dalam koridor agama

12.  Membuat kerusakan di muka bumi dari hal kecil hingga besar

13.  Tidak mensyukuri nikmat Allah

14.  Percekcokan dalam rumah tangga

15.  Mendoakan buruk diri sendiri, harta dan anak-anak.

~waAllahu a’lam bish showwab~

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s